IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DI UPTD PUSKESMAS SUNGAI SIRING KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA (Bella Febriana)

Submitted by: ,
On: May 31, 2018 @ 1:07 AM
IP: 125.160.76.185

  • Judul artikel eJournal: IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DI UPTD PUSKESMAS SUNGAI SIRING KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Bella Febriana
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis dan mendeskripsikan serta untuk mengidentifikasi faktor penghambat implementasi Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di UPTD Puskesmas Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini berdasarkan pada model implementasi kebijakan antara lain adalah standar dan sasaran kebijakan; sumberdaya; komunikasi antar organisasi; karakteristik agen pelaksana; disposisi implementor; serta faktor penghambat implementasi program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di UPTD Puskesmas Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda. Dalam penelitian ini yang menjadi key informan adalah Kepala UPTD Puskesmas Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda. Informan lainnya adalah Bendahara dan Kasubag Tata Usaha UPTD Puskesmas Sungai Siring, serta Staf Perencanaan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Lurah Sungai Siring dan Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan Tanah Merah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Teknik Analisis data Model Interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman dan Saldana. Temuan dalam implementasi program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di UPTD Puskesmas Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda dari segi standar dan sasaran kebijakan masih mengalami hambatan karena pemegang program yang lambat dalam melaporkan programnya kepada Bendahara untuk dimasukkan ke dalam anggaran BOK sehingga pelaksanaan program menjadi terhambat dan menjadi tidak efektif. Dari segi sumberdaya masih mengalami hambatan dalam kuantitas sumberdaya manusia pelaksana program yang masih kurang, serta tidak tersedia sumberdaya fasilitas internet penunjang kegiatan. Sementara itu dari segi komunikasi masih mengalami hambatan dalam kerjasama pegawai saat pelaksanaan program di lapangan. Karakteristik agen pelaksana sudah berjalan dengan cukup baik baik karena struktur di UPTD Puskesmas Sungai Siring sudah mendukung program BOK, dan dari segi disposisi implementor sudah berjalan dengan cukup baik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Puskesmas
  • NIM: 1402015046
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Fajar Apriani, S.Sos., M.Si dan Dr. Santi Rande, S.Sos, M.Si

PROSEDUR PENANGANAN SENGKETA KONFLIK PERTANAHAN DI KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Hastina Nilasari H)

Submitted by: ,
On: May 28, 2018 @ 6:39 AM
IP: 36.84.231.102

  • Judul artikel eJournal: PROSEDUR PENANGANAN SENGKETA KONFLIK PERTANAHAN DI KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Hastina Nilasari H
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis Prosedur Penanganan Sengketa Konflik Pertanahan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Timur dan untuk mengetahui dan menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat Prosedur Penanganan Sengketa Konflik Pertanahan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan penentuan sumber data menggunakan teknik purposive sampling. طاولة31 Fokus penelitian ini adalah tahapan dalam Prosedur Penanganan Sengketa Konflik Pertanahan beserta Faktor Pendukung dan Faktor Penghambatnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara/interview, dokumen/dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Data Maju Bertahap yang terdiri dari Analisis Domain dan Analisis Taksonomi. ون كارد فوري Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Prosedur Penanganan Sengketa Konflik Pertanahan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Timur belum berjalan dengan baik dalam menyelesaikan kasus pertanahan yang meliputi: (1) Pemeriksaan Berkas Pengaduan; (2) Pengumpulan Data dan Analisis; (3) Pengkajian dan Pemeriksaan Lapangan; (4) Berita Acara Hasil Pemeriksaan Lapangan; (5) Paparan dan Berita Acara Paparan; dan (6) Laporan Penyelesaian Kasus Pertanahan. Adapun faktor pendukung dari pihak internal yaitu fasilitas kantor dan dari pihak eksternal yaitu kelengkapan berkas pemohon. ون كارد مجانا Sedangkan faktor penghambat dari pihak internal yaitu kurangnya jumlah tenaga pelaksana (SDM), akses dan jarak obyek kasus pertanahan yang tidak memadai serta tidak maksimalnya koordinasi antar bidang maupun dengan Kantor Pertanahan dan faktor penghambat dari pihak eksternal yaitu kerja sama pihak terkait yang cenderung tidak membantu.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pertanahan, Prosedur Penanganan Sengketa Konflik
  • NIM: 1402015004
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Djumadi, M.Si (Alm.) dan Dr. Bambang Irawan, M.Si

ANALISIS PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PASCA PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SAMARINDA DI KELURAHAN PELABUHAN TAHUN 2015 (Deliar Noor)

Submitted by: ,
On: May 28, 2018 @ 2:38 AM
IP: 36.84.231.102

  • Judul artikel eJournal: ANALISIS PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PASCA PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SAMARINDA DI KELURAHAN PELABUHAN TAHUN 2015
  • Pengarang (nama mhs): Deliar Noor
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi politik masyarakat pasca pemilihan walikota dan wakil walikota samarinda di kelurahan pelabuhan tahun 2015 penelitian meliputi prosedur pelayanan, waktu penyelesaian, kompetensi petugas pemberi pelayanan dan faktor penghambat eksternal dan internal. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik khususnya pemberian suara (voting) hanya sebesar 39,66% (2.260 orang) adalah kesadaran politik menurut tipe wilayah tempat tinggal masyarakat Kelurahan Pelabuhan berada di pertokoan dan perkotaan dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah terutama dua pasangan calon Pemerintah Kota Samarinda dan tempat pemungutan suara dinyatakan bahwa saat itu dapat dipercaya, tidak, maupun memilih netral. Jadi, belum dapat dipastikan bahwa tipe partisipasi politik di wilayah tersebut apatis atau pasif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi model campuran tidak berimbang (concurrent embedded) dengan tipe metode kombinasi kuadran IV, yaitu bobot metode kualitatif yang lebih tinggi daripada kuantitatif dengan lambang (QUAL + quan). Teknik pengumpulan data pada metode kualitatif adalah observasi, wawancara, dan studi kepustakaan terhadap sumber data (purposive sampling). Sedangkan teknik pengumpulan data pada metode kuantitatif adalah dokumentasi dan kuesioner (angket) terhadap populasi sampel (random sampling). Teknik analisis data pada metode kuantitatif adalah statistik deskriptif. Sedangkan metode kualitatif adalah model Miles dan Huberman. Kemudian, teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif dengan perbandingan. Kesimpulan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik khususnya pemberian suara (voting) pasca Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Samarinda di Kelurahan Pelabuhan Tahun 2015 berdasarkan kesadaran politik adalah tipe penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wilayah tempat tinggal. Sedangkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah adalah kualitas penyampaian materi debat publik, hubungan emosional, popularitas pasangan calon dan realisasi program kerja, kualitas proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah berdasarkan pemutakhiran data pemilih dan keberadaan kampanye politik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Analisis Partisipasi Politik Masyarakat, Pasca Pemilihan Walikota
  • NIM: 1302015242
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Farhanuddin Jamanie, M.Si. dan Jauchar B., S.IP., M.Si.

EFEKTIVITAS KEBIJAKAN RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DARI KAWASAN CITRA NIAGA KE GOR SEGIRI KOTA SAMARINDA (Nurul Latifah)

Submitted by: ,
On: May 26, 2018 @ 7:23 AM
IP: 36.83.33.167

  • Judul artikel eJournal: EFEKTIVITAS KEBIJAKAN RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DARI KAWASAN CITRA NIAGA KE GOR SEGIRI KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Nurul Latifah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kebijakan relokasi PKL dari Kawasan Citra Niaga ke GOR Segiri Kota Samarinda serta faktor pendukung yang mempengaruhi efektivitas kebijakan tersebut.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian untuk Efektivitas Kebijakna Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Kawasan Citra Niaga ke GOR Segiri Kota Samarinda antara lain : Pencapaian tujuan atau hasil, efisiensi kepuasan kelompok sasaran, daya tanggap client, sistem pemeliharaan, faktor pendukung pada efektivitas kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari Kawasan Citra Niaga ke GOR Segiri Kota Samarinda. Key informannya yaitu Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Samarinda yang tugasnya berhubungan dengan masalah yang diteliti serta informan lainnya yaitu Satuan Polisi Pamong Praja dan Pedagang Kaki Lima (PKL). Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan relokasi PKL di Kawasan Citra Niaga ke GOR Segiri Kota Samarinda dilihat dari sisi pelaksanaannya dikatakan efektif karena tujuan agar setelah direlokasi penataan kawasan Citra Niaga menjadi lebih indah, rapi, dan nyaman sesuai dengan Peraturan Pemerintah Kota Samarinda Nomor 19 Tahun 2001 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda Nomor 1 Tahun 1990 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Dalam Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda. Relokasi PKL tidak memakan banyak biaya. Kualiatas program dari pemerintah kota samarinda sangat baik dalam pelaksanaannya dan tidak membutuhkan waktu yang lama serta tidak banyak menggunakan SDM sehingga bisa di katakan bahwa program pemerintah kota sangan efisien. Kepuasan kebijakan relokasi PKL bisa di katakan hampir semua puas dengan kebijakan pemerintah kota samarinda tersebut. Daya tanggap dari PKL sangat positif dan antusias. Dengan demikian kebijakan Pemerintah Kota Samarinda dikatakan sangat mudah dan berjalan sesuai program kebijakan. sistem pemeliharaan di bagi antara pemerintah kota samarinda dan PKL. Sehingga sistem pemeliharaan dapat berjalan secara terus menerus. Jadi, jika dilihat dari segi pelaksanaannya dengan melihat beberapa faktor yang mendukung dalam pelaksanaan kebijakan tersebut seperti pencapaian tujuan atau hasil, efisiensi, kepuasan kelompok sasaran, daya tanggap client dan sistem pemeliharaan maka kebijakan relokasi tersebut sudah efektif.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Efektivitas Kebijakan Publik, Pedagang Kaki Lima
  • NIM: 1102015015
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Farhanuddin Jamanie, M.Si dan Dra. Rosa Anggraeiny, M.Si

UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PUNGUTAN PAJAK SARANG BURUNG WALET OLEH BADAN KEUANGAN DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA (Muhammad Syaidul A)

Submitted by: ,
On: May 24, 2018 @ 1:55 AM
IP: 36.84.231.92

  • Judul artikel eJournal: UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PUNGUTAN PAJAK SARANG BURUNG WALET OLEH BADAN KEUANGAN DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA
  • Pengarang (nama mhs): Muhammad Syaidul A
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Pungutan Pajak Sarang Burung Walet Oleh Badan Keuangan Di Kabupaten Penajam Paser Utara dan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Fokus penelitian terdiri dari indikator pendataan potensi pajak sarang burung walet, pemberdayaan pajak sarang burung walet, sistem pengendalian dan pengawasan dilapangan, kerjasama dengan asosiasi pengusaha sarang burung walet, pemberian sanksi, faktor pendukung dan penghambat. Key informan dan Informan yaitu Kepala Badan Keuangan, Kepala Bidang Perencanan, Pengendalian dan Pembangunan, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian, Kepala Bidang Pendataan, Penetapan, Penagihan dan Administrasi Pembukuan, Kepala Seksi Pendataan, dan para pengusaha bangunan sarang burung walet. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan, penelitian lapangan dari observasi, wawancara dan penelitian dokumen. Analisis Data yang digunakan adalah data model interaktif seperti yang dikemukakan oleh Miles, Huberman dan Sugiyono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan pendapatan asli daerah melalui pungutan pajak sarang burung walet yang dilakukan sudah cukup baik, namun masih ditemui beberapa kendala. Pendataan yang dilakukan Badan Keuangan terdapat 240 pengusaha walet dengan 355 bangunan sarang burung walet yang tersebar di Penajam Paser Utara, tetapi beberapa bangunan ada yang tidak memiliki surat izin mendirikan bangunan. Pemberdayaan yang di lakukan Badan Keuangan Penajam Paser Utara sudah berjalan dengan baik meskipun mendapat kesulitan seperti kurangnya antusias maupun partispasi pengusaha sarang burung walet yang ada. Pengendalian dan pengawasan yang dilakukan belum sepenuhnya berjalan dengan baik karena dalam proses pengawasan yang dilakukan ada beberapa kendala yang di hadapi seperti beberapa bangunan tidak memiliki izin mendirikan bangunan. Kerjasama dengan asosiasi yang terdiri dari pengusaha-pengusaha sarang burung walet di daerah Penajam Paser Utara sebagai mitra untuk mencapai tujuan bersama yaitu meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pungutan pajak sarang burung walet tersebut. Sanksi yang diberikan Badan Keuangan untuk penyalahgunaan izin bangunan atau izin pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet akan diberikan sanksi berupa sanksi administratif, pencabutan izin pengelolaan, Sanksi ancaman pidana dan penyitaan bangunan sarang burung walet yang ada, namun sampai saat ini belum ada sanksi berat yang diberikan seperti pencabutan izin, ancaman pidana ataupun penyitaan bangunan sarang burung walet.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Upaya peningkatan PAD, Pajak sarang burung walet, Badan Keuangan.
  • NIM: 1202015004
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Djumadi, M.Si. (Alm) dan Dini Zulfiani, S.sos, M.Si

PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI DESA GAS ALAM KECEMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUKAR (Ni Ayu Silvy Aprillia)

Submitted by: ,
On: May 23, 2018 @ 6:38 AM
IP: 36.84.231.80

  • Judul artikel eJournal: PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI DESA GAS ALAM KECEMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUKAR
  • Pengarang (nama mhs): Ni Ayu Silvy Aprillia
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Peran Kepala Desa Dalam Pemberdayaan Usaha Kecil dan menengah Di Desa Gas Alam Badak 1 Kecamatan Muara Badak kabupaten Kutai kartanegara dan untuk Menganalisis apa saja faktor penghambat Peran Kepala Desa Dalam Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah Di Desa Gas Alam Badak 1 Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai kartanegara. Metode Penelitian ini yaitu menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu meliputi Meningkatkan kapasitas dan fasilitas, melakukan penyuluhan terhadap pemberdayaan usaha kecil, melakukan evaluasi terhadap masyarakat dan faktor penghambat peran kepala desa dalam pemberdayaan usaha kecil dan menengah di desa gas alam badak 1 kecamatan muara badak kabupaten kutai kartanegara. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri atas key informan yaitu kepala desa dan informan penelitian yakni ketua usaha amplang dan anggota usaha pentol yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pada peran kepala desa dalam pemberdayaan usaha kecil dan menengah di desa gas alam badak 1 kecamatan muara badak kabupaten kutai kartanegara belum berjalan maksimal sebagaimana mestisnya hal ini terlihat dari kurangnya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran kepala desa, pemberdayaan usaha kecil dan menengah
  • NIM: 1302015252
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. AjiRatnaKusuma dan Hj. Hariati, S.Sos, M.Si

PENGELOLAAN OBJEK WISATA PULAU KUMALA OLEH DINAS PARIWISATA DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (Endah Dwi Hariyanil)

Submitted by: ,
On: May 23, 2018 @ 3:56 AM
IP: 36.84.231.80

  • Judul artikel eJournal: PENGELOLAAN OBJEK WISATA PULAU KUMALA OLEH DINAS PARIWISATA DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
  • Pengarang (nama mhs): Endah Dwi Hariyanil
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengelolaan Objek Wisata Pulau Kumala Oleh Dinas Pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara dan untuk mengidentifikasi faktor penghambat Pengelolaan Objek Wisata Pulau Kumala Oleh Dinas Pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode penelitian ini yaitu menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu Pengelolaan Objek Wisata Pulau Kumala Oleh Dinas Pariwisata meliputi Atraksi (attraction), fasilitas (amenities) dan Aksesibilitas (access), faktor penghambat Pengelolaan Objek Wisata Pulau Kumala Oleh Dinas Pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri atas key informan yaitu Kelapa Dinas Pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara dan informan penelitian yakni staf Dinas Pariwisata, pegawai lapangan pariwisata serta pengunjung Objek Wisata Pulau Kumala di Kabupaten Kutai Kartanegara yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pengelolaan objek wisata pulau kumala oleh dinas pariwisata kabupaten kutai kartanegara telah terselenggara dengan baik dalam segi atraksi namun pelaksanaannya hanya diselenggarakan pada saat Erau adat Kutai Kartanegara. Adapun dari segi aksebilitas telah tersedia jembatan repo-repo dan kapal ketinting untuk menuju wisata Pulau Kumala. Sedangkan dari segi fasilitas masih kurang baik. Sebab masih banyaknya fasilitas yang rusak dan tidak terawat seperti pada permainan kereta maupun toilet. Hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan anggaran atau dana yang disebabkan oleh perputaran uang yang lambat dari Pemerintah Daerah sehingga membuat pengelola Objek Wisata Pulau Kumala lambat dalam melakukan pembangunan fasilitas-fasilitas dan kurangnya sumber daya manusia yang kurang tepat untuk menangani pengelolaan objek wisata pulau kumala dikarenakan tingkat pendidikan yang tidak sesuai yang berkaitan dengan kepariwisataan serta kurangnya tenaga kebersihan yang membantu membersihkan lingkungan objek wisata pulau kumala.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pengelolaan, Objek, Wisata, Pulau Kumala
  • NIM: 1302015133
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. H. Syahrani, M.Si dan Dini Zulfiani, S.Sos.,M.Si

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN PASER (Elvera Adibah)

Submitted by: ,
On: May 23, 2018 @ 3:20 AM
IP: 36.84.231.80

  • Judul artikel eJournal: PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN PASER
  • Pengarang (nama mhs): Elvera Adibah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Elvera Adibah. Pengaruh Kompensasi terhadap Semangat Kerja Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Paser di bawah bimbingan Dr. Anthonius Margono, M.Si dan Dr. Fajar Apriani, S.Sos., M.Si. Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap semangat kerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Paser. Jenis penelitian ini ialah penelitian kausalitas dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Paser. Penentuan sampel menggunakan metode sensus dikarenakan jumlah sampel sedikit yaitu berjumlah 63 orang. Analisis data menggunakan metode analisis regresi lienar sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara kompensasi terhadap semangat kerja pegawai, dimana hasil koefisien korelasi (r) nya sebesar 0,412, artinya bahwa terdapat hubungan yang sedang antara kompensasi dan semangat kerja. Analisis regresi sederhana menunjukkan setiap perubahan nilai kompensasi maka semangat kerja pegawai akan mengalami perubahan sebesar 0,361. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi diperoleh hasil 17%, maka dapat dikatakan pengaruh kompensasi sebesar 17% terhadap semangat kerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Paser. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kompensasi, Semangat Kerja
  • NIM: 1302015176
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Anthonius Margono, M.Si dan Dr. Fajar Apriani, S.Sos, M.Si

PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN APARATUR SIPIL NEGARA DI KANTOR KECAMATAN MUARA WIS KUTAI KARTANEGARA (Erviana)

Submitted by: ,
On: May 23, 2018 @ 1:44 AM
IP: 36.84.231.80

  • Judul artikel eJournal: PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN APARATUR SIPIL NEGARA DI KANTOR KECAMATAN MUARA WIS KUTAI KARTANEGARA
  • Pengarang (nama mhs): Erviana
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penilaian pelaksanaan pekerjaan aparatur sipil negara di Kantor Kecamatan Muara Wis Kutai Kartanegara. Dengan fokus penelitian yaitu : kesetiaan, prestasi kerja, tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan, dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat. Teknik pengumpulan data dilakukan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah analisis interaktif. Sedangkan metode penelitian lebih menekankan pada metode deskriptif kualitatif. افضل كازينو اون لاين Dari hasil penelitian pun diketahui bahwa kesetiaan, prestasi kerja, ketaatan, kejujuran, kerjasama, dan prakarsa yang dilakukan oleh aparatur sipil negara di Kantor Kecamatan Muara Wis telah dilaksanakan dengan baik namun dari tanggung jawab dan kepemimpinan masih mengalami hambatan. اربح المال من الالعاب Faktor pendukung penilaian pelaksanaan pekerjaan aparatur sipil negara di Kantor Kecamatan Muara Wis Kutai Kartanegara ialah adanya peraturan yang sudah diterapkan dan tersedianya instrumen penilaian. موقع كونكر اون لاين Sedangkan faktor yang menjadi penghambat dalam penilaian pelaksanaan pekerjaan aparatur sipil negara di Kantor Kecamatan Muara Wis Kutai Kartanegara adalah dengan di terapkannya gaya kepemimpinan yang bersifat kekeluargaan sehingga hal tersebut membuat pimpinan menjadi kurang tegas dan profesional dan masih terdapat pegawai yang belum mahir mengoperasikan komputer yang membuat terhambatnya proses penyelesaian pekerjaan. Dari hasil penelitian dan pembahasan maka disimpulkan bahwa enam dari fokus yang di gunakan untuk penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam penelitian ini telah di laksanakan dengan baik oleh aparatur sipil negara di Kantor Kecamatan Muara Wis Kutai Kartanegara namun dua diantaranya masih terdapat hambatan yakni belum maksimalnya tanggungjawab yang dilakukan oleh beberapa apartur sipil negara karena terhambat dengan ketidak mahiran aparatur dalam mengoperasikan komputer dan penerapan gaya kepemimpinan secara kekeluargaan yang terkadang membuat pimpinan menjadi kurang tegas dalam pemberian sanksi dan penilaian serta membuat Camat menjadi kurang di segani.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Penilaian, Pekerjaan, Aparatur Sipil Negara
  • NIM: 1402015045
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Endang Erawan, M.Si DAN Drs. H. M.Z. Arifin, M.Si

PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA ALAM HUTAN BAKAU MARGOMULYO OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BALIKPAPAN (Yuwitha Pratiwi)

Submitted by: ,
On: May 23, 2018 @ 1:31 AM
IP: 36.84.231.80

  • Judul artikel eJournal: PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA ALAM HUTAN BAKAU MARGOMULYO OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BALIKPAPAN
  • Pengarang (nama mhs): Yuwitha Pratiwi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan destinasi wisata alam Hutan Bakau Margomulyo oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan dan untuk mengidentifikasi faktor penghambat pengembangan destinasi wisata alam Hutan Bakau Margomulyo oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu pengembangan destinasi wisata alam Hutan Bakau Margomulyo oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan dari segi pengembangan objek dan daya tarik, aksesibilitas, amenitas, faktor pendukung, dan kelembagaan serta faktor penghambat pengembangan destinasi wisata Alam Hutan Bakau Margomulyo oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri atas key informan dan informan yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. البلاك جاك Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pengembangan destinasi wisata alam Hutan Bakau Margomulyo oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan masih dalam tahap perencanaan. العاب بنجو Sarana dan prasarana yang ada pada Hutan Bakau Margomulyo saat ini dapat dikatakan belum memenuhi syarat standarisasi kepariwisataan, oleh sebab itu Dinas Lingkungan Hidup berencana melakukan pengembangan pada objek wisata ini dengan menambah daya tarik serta sarana dan prasarana pada Hutan Bakau Margomulyo. Fasilitas yang akan ditambahkan seperti, wisma atau cottage, parkiran, mushola, toko souvenir, taman, sangkar burung, penyewaan perahu, dan lain sebagainya. كوتشينة اونو Selain itu terdapat pula hambatan-hambatan yang mempengaruhi seperti pembebasan lahan, kualitas sumber daya manusia dan keterbatasan dana atau anggaran.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pengembangan Destinasi Wisata, Hutan Bakau
  • NIM: 1302015163
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Administrasi Negara
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. H. Syahrani, M.Si dan Dr. Santi Rande, M.Si